RSS

Anak berkebutuhan khusus

24 Mar

Tanggal 21 Maret ditetapkan sebagai Hari Down Syndrom Sedunia dan berkaitan dengan hal itu, saya ingin berbagi informasi tentang Down Syndrom. Apa sih sebenarnya Down Syndrom itu?

Down Syndrom merupakan keadaan dimana individu mengalami abnormalitas kromosom yang paling umum menyebabkan retardasi mental, ditandai oleh adanya kelebihan kromosom sehingga menyebabkan kromosom berjumlah 47, bukan 46 seperti yang terdapat pada individu normal.

Abnormalitas kromosom akan lebih sering terjadi seiring dengan bertambahnya usia orang tua. Biasanya, pasangan yang  berada pada usia pertengahan 30 atau lebih yang sedang menantikan kehadiran anak, sering menjalani tes genetis prenatal untuk mendeteksi abnormalitas genetis termasuk Down Syndrom. Pada sebagian besar kasus, Down Syndrom disebabkan oleh kerusakan kromosom ibu.

Tahukah kalian kalau individu dengan Down Syndrom memiliki ciri-ciri fisik yang sangat nyata seperti; wajah bulat, lebar, hidung datar, dan adanya lipatan kecil yang mengarah ke bawah pada kulit di bagian ujung mata yang memberikan kesan mata sipit. Lidah yang menonjol, tangan yang kecil dan berbentuk segi empat dengan jari-jari pendek.  Hampir semua anak ini mengalami retardasi mental dan banyak yang mengalami masalah fisik seperti gangguan pada jantung dan pernafasan. Sebagian besar meninggal pada usia pertengahan.

Anak-anak ini menderita berbagai defisit dalam belajar dan perkembangan. Mereka cenderung tidak terkoordinasi dengan baik,  dan kurang memiliki tekanan pada otot yang cukup sehingga sulit untuk melakukan tugas-tugas fisik dan terlibat dalam permainan seperti anak-anak pada umumnya. Memori jangka pendeknya juga buruk. Mereka biasanya impulsif, kurang mampu mempertahankan perhatian, dan beberapa ada yang agresif. Namun beberapa dari mereka dapat belajar dengan baik, membaca, menulis, dan mengerjakan tugas-tugas aritmatika sederhana bila memeperoleh pendidikan dan dukungan yang baik. Hah, lumayan sulit ya tampaknya memperlakukan mereka.

Intinya mungkin masalah penerimaan orang tua pada kondisi anak, tidak melakukan pengingkaran dan rajin mencari info tentang intervensi-intervensi yang dapat membantu mereka. Saya sendiri belakangan telah melakukan penelitian pada anak-anak ini untuk tesis. Saya sedang mendalami satu intervensi untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus melakukan tugas-tugas fisik sehari-hari seperti berpakaian, makan, minum, toilet training dan beberapa aktivitas lain. Seru. Banyak belajar. Banyak kenalan. Banyak teman. Dan tentu saja banyak bersyukur. Rasanya malu bila mengeluh mengingat anak-anak dengan keterbatasan seperti mereka memiliki semangat yang jauh lebih besar untuk hidup mandiri.

Selamat hari Down Syndrom sedunia, semoga masyarakat menjadi lebih peduli pada anak-anak/individu berkebutuhan khusus, memberikan banyak kesempatan bagi mereka untuk melebur dalam masyarakat dan menjadi bagian dari komunitas.

 
Leave a comment

Posted by on March 24, 2012 in Penelitian Autis

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: