RSS

Autisme Bisa Hilang di Usia 18 Tahun

16 Feb
Autisme Bisa Hilang di Usia 18 Tahun

Liputan6.com, Jakarta : Penelitian menunjukkan beberapa anak yang didiagnosis Autis pada usia anak, ketika dewasa gejala tersebut hilang.

Sebuah penelitian skala kecil yang diterbitkan dalam Journal of Child Psychology and Psychiatrymendiagnosis anak autis dari usia balita hingga 21 tahun. Penelitian menunjukkan kalau anak autis akan sembuh pada usia 18 sampai 21 tahun.

Menurut penelitian, anak tidak lagi menunjukkan kesulitan dalam pidato maupun berkomunikasi, mengenali wajah orang atau interaksi sosial dan beberapa perilaku lainnya.

“Meskipun diagnosis autisme biasanya tidak hilang dari waktu ke waktu, penemuan ini menunjukkan kalau mungkin memang ada rentang waktu bagi anak autis untuk bisa meningkatkan kemampuannya,” kata Thomas Insel, Director of the National Institute of Mental Health.

Penelitian sebelumnya memang menyebutkan kalau autisme akan hilang dari waktu ke waktu.

Para penulis kini mempertanyakan apakah diagnosis awal telah akurat dan apakah mata pelajaran yang telah diajarkan oleh rekan-rekan mereka. Para peneliti mengatakan untuk kedua kasus ini ‘ya’.

Penelitian yang dipimpin oleh Deborah Fein dari University of Connecticut, dalam laporan akhirnya menuliskan kalau anak-anak telah didiagnosis dan diperiksa oleh para ahli di luar kelompok penelitian.

Hasil analisis menunjukkan kalau 34 gejala autisme hilang ketika dewasa.

Tapi gejala lain, termasuk keterlambatan bahasa dan perilaku berulang, sudah setara dengan kelompok lainnya.

Pengujian kontemporer dari subjek penelitian semuanya bersekolah di kelas utama dengan tidak ada layanan khusus. Hal ini menegaskan kalau orang dewasa yang dulunya didiagnosis autisme tidak lagi dianggap sebagai kekurangan.

Tetapi penulis menekankan bahwa studi ini menawarkan pengetahuan bukan pada persentase anak-anak dengan gangguan spektrum autisme atau ASD.

“Semua anak-anak dengan ASD mampu membuat kemajuan dengan terapi intensif, namun dengan keadaan kita saat ini pengetahuanlah yang paling tidak mencapai hasil yang optimal,” kata penulis penelitian, Fein.

“Harapan kami adalah penelitian ini lebih lanjut akan membantu kita untuk lebih memahami mekanisme perubahan anak sehingga setiap anak dapat memiliki kehidupan terbaik,” katanya. (Fit/Igw)

 
Leave a comment

Posted by on February 16, 2013 in Penelitian Autis

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: