RSS

Pendidikan anak autis

25 Feb

Pendidikan anak autis – Sama seperti anak normal pada umumnya, anak autis juga memiliki hak untuk mendapatkan pndidikan yang layak baginya. Sebaiknya jangan membedakan antara anak autis dengan anak pada normalnya. Sebab hal tersebut mempengaruhi kepercayaan diri akan dirinya sendiri. Berikan semangat dan kasih sayang layaknya anak pada normalnya. Jangan sampai memandang anak autis dengan sebelah mata. Sebab banyak juga anak autis yang mendapatkan penghargaan atau kemampuan yang lebih darinya.

Cara yang paling efektif dalam membantu anak autis adalah dengan menyediakan bentuk layanan pendidikan yang memadai dan disesuaikan dengan karakteristik individu. Anak autis membutuhkan penanganan pendidikan secara khusus karena keterbatasannya. Fakta yang ada memperlihatkan bahwa anak autis dengan karakteristik autisme berat tidak mampu ikut serta dalam sekolah khusus formal sehingga memerlukan suatu metode pendidikan alternatif. Program sekolah di rumah (Homeschooling Program) dapat dijadikan pendidikan alternatif yang dapat membantu anak autis dalam belajar. Tenaga pendidik dalam Homeschooling dapat memaksimalkan perhatiannya kepada apa yang menjadi kebutuhan anak didiknya dibandingkan dengan program pendidikan lainnya.

Autisme adalah suatu keadaan dimana seseorang sejak lahir atau balita mengalami cacat pada perkembangan psikis dan syarafnya. Seorang anak autis tidak bisa membentuk hubungan sosialisasi dan komunikasi yang normal dengan lingkungannya. Pemeriksaan apakah seorang anak mengalami autis sebaiknya dilakukan sejak dini. Hal ini secara umum bisa dilihat dari gejalanya, yaitu mengalami gangguan kualitatif dalam interaksi sosial, komunikasi, dan juga adanya suatu pola yang dipertahankan dan diulang-ulang dalam perilaku, minat serta kegiatan. Seorang anak autis juga memiliki cara yang khas dalam visual thinking, processing problems, sensory sensitivities, communication frustrations, social and emotional issues, problem of control, problem of tolerance dan problem of connection. Penyebab seseorang menderita autis antara lain disebabkan genetik, makanan, radiasi pada bayi, kandungan zat-zat tertentu dan televisi. Seorang anak autis mempunyai beberapa gaya tersendiri dalam mencerna suatu informasi. Ada yang cenderung menghafalkan informasi apa adanya, ada pula dengan gaya “visual” yang lebih bisa mencerna suatu informasi melalui gambar dan tayangan televisi. Layanan pendidikan anak autis mempunyai bentuk yang khusus yaitu meliputi layanan pendidikan awal yang terdiri dari program intervensi dini dan terapi penunjang serta layanan pendidikan lanjutan yang terdiri kelas transisi, persiapan dan lanjutan lainnya.

 
Leave a comment

Posted by on February 25, 2012 in Penelitian Autis

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: